Senin, 02 Mei 2011
Islam Penebar Senyum :)
Banyak yang bilang Ustad maulana (Jamaah oh jamaah) itu lebay. Dan banyak dari mereka yang mengaku imannya lebih tinggi bahwa "agama tidak boleh di bawa senda gurau". Siapa bilang? Apa dia tau klo Rasulullah punya selera humor?

Anas ibn Malik meriwayatkan hadis tentang sahabat bertubuh cebol bernama Zahir ibn Haram. Zahir tinggal di desa, bukan di kota bersama Rasulullah dan sahabat lainnya. Zahir rajin mengunjungi Rasulullah dan selalu membawakan buah tangan dari desanya. Sebaliknya, jika Zahir hendak kembali, Rasulullah selalu membekalinya dengan oleh-oleh. Karena proses interaksi yang baik ini, Rasulullah pernah berkata, “Zahir adalah orang desa bagi kita, dan kita orang kota bagi Zahir”.
Pernah terjadi kisah menarik antara Rasulullah dan Zahir, tepatnya kisah humor. Suatu hari Zahir sedang berdagang di pasar berteriak menjajakan barang dagangannya. Ketika itu Rasulullah datang dari arah belakang Zahir. Dengan sigap Rasulullah memeluk dan mengangkat tubuh Zahir dari belakang. Zahir tidak tahu siapa orang yang “main-main” dengannya. Ia berontak sambil berusaha melihat ke belakang. Ketika matanya menangkap wajah Rasulullah, ia justru mempererat pelukannya dengan merangkulkan tangan ke belakang tubuh Rasulullah. Kini Rasulullah yang kewalahan karena tidak dapat melepaskan dekapan Zahir. Tidak habis akal, Rasulullah teriak, “Budak, budak. Siapa yang mau beli budak?!”
Tersinggungkah Zahir dengan canda Rasulullah? Tentu tidak. Zahir malah berkata, “Aku tidak akan laku, wahai Nabiyullah”. “Kalau pun aku benar-benar budak, siapa yang mau membeli budak cebol seperti aku”. Demikian kira-kira makna ucapan Zahir. Mendengar ucapannya, Rasulullah lantas menghiburnya dengan berkata, “Tapi engkau mahal di hadapan Allah”. (Shahîh Ibnu Hibban).
Humor yang ada dalam hadis di atas masuk dalam kategori humor sarkastik, yaitu humor yang mengandung celaan terhadap orang yang dijadikan obyek humor. Walau dicela, orang tidak akan marah karena menyadari bahwa celaan itu dalam konteks bercanda. Humor model ini justru sering menciptakan keakraban luar biasa pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Ketika bicara soal agama, orang sering terkesan kaku dan anti humor. Sebagian orang bahkan menganggap humor itu tidak ada dalam agama. Rasulullah digambarkan sebagai sosok yang sangat kaku dalam berinteraksi hingga tidak pernah terbahak. Saya tidak dapat membayangkan Rasulullah tidak terbahak ketika memperlakukan Zahir ibn Haram seperti itu. Jenis humor yang ia lakukan sangat mungkin membuatnya terpingkal.
Dalam hadis lain diceritakan bahwa Rasulullah pernah mencandai seorang nenek. Ketika nenek itu bertanya apakah dirinya akan masuk surga, Rasulullah menjawab bahwa nenek tidak akan masuk surga. Sang nenek kemudian menangis sesegukan. Rasulullah lantas mengutus seseorang kepada nenek tersebut untuk memberitahukan bahwa ia akan masuk surga, hanya saja dalam bentuk seorang gadis. Inna al-jannata lâ yadkhuluhâ ajûzun (Di surga tidak ada nenek-nenek). (HR. Thabrani dan Baihaqi).
Dari dua kisah humor Rasulullah di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa Islam dapat disampaikan dengan cara yang sangat santai dan humoris. Jika Rasulullah memiliki selera humor yang tinggi, mengapa kita tidak mencontohnya? (Taufik Damas, Selera Humor Rasulullah Saw)
Harusnya kita melihat kejadian yang baru saja menggemparkan Indonesia.. Briptu Norman denga goyang chaiia-chaiianya mampu memperbaiki Citra kepolisian dimata rakyat. Beliau mampu menghibur rakyat yang sudah lama didera rasa takut kepada kepolisian. Kenapa umat Islam tidak berusaha mengambil makna dibalik kejadian ini? Ironis sekali justru kembali islam mendapatkan citra buruk dengan bom bunuh diri (Lebih pantes dibilang "Bom bunuh Agama Sendiri")
Tentunya ini akan semakin membuat Citra Islam menjadi sangat buruk.So.. bukankah lebih baik menebar "Senyum" dibanding menebar "Teror" ?
Tentang bla..bla.bla..

Anas ibn Malik meriwayatkan hadis tentang sahabat bertubuh cebol bernama Zahir ibn Haram. Zahir tinggal di desa, bukan di kota bersama Rasulullah dan sahabat lainnya. Zahir rajin mengunjungi Rasulullah dan selalu membawakan buah tangan dari desanya. Sebaliknya, jika Zahir hendak kembali, Rasulullah selalu membekalinya dengan oleh-oleh. Karena proses interaksi yang baik ini, Rasulullah pernah berkata, “Zahir adalah orang desa bagi kita, dan kita orang kota bagi Zahir”.
Pernah terjadi kisah menarik antara Rasulullah dan Zahir, tepatnya kisah humor. Suatu hari Zahir sedang berdagang di pasar berteriak menjajakan barang dagangannya. Ketika itu Rasulullah datang dari arah belakang Zahir. Dengan sigap Rasulullah memeluk dan mengangkat tubuh Zahir dari belakang. Zahir tidak tahu siapa orang yang “main-main” dengannya. Ia berontak sambil berusaha melihat ke belakang. Ketika matanya menangkap wajah Rasulullah, ia justru mempererat pelukannya dengan merangkulkan tangan ke belakang tubuh Rasulullah. Kini Rasulullah yang kewalahan karena tidak dapat melepaskan dekapan Zahir. Tidak habis akal, Rasulullah teriak, “Budak, budak. Siapa yang mau beli budak?!”
Tersinggungkah Zahir dengan canda Rasulullah? Tentu tidak. Zahir malah berkata, “Aku tidak akan laku, wahai Nabiyullah”. “Kalau pun aku benar-benar budak, siapa yang mau membeli budak cebol seperti aku”. Demikian kira-kira makna ucapan Zahir. Mendengar ucapannya, Rasulullah lantas menghiburnya dengan berkata, “Tapi engkau mahal di hadapan Allah”. (Shahîh Ibnu Hibban).
Humor yang ada dalam hadis di atas masuk dalam kategori humor sarkastik, yaitu humor yang mengandung celaan terhadap orang yang dijadikan obyek humor. Walau dicela, orang tidak akan marah karena menyadari bahwa celaan itu dalam konteks bercanda. Humor model ini justru sering menciptakan keakraban luar biasa pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Ketika bicara soal agama, orang sering terkesan kaku dan anti humor. Sebagian orang bahkan menganggap humor itu tidak ada dalam agama. Rasulullah digambarkan sebagai sosok yang sangat kaku dalam berinteraksi hingga tidak pernah terbahak. Saya tidak dapat membayangkan Rasulullah tidak terbahak ketika memperlakukan Zahir ibn Haram seperti itu. Jenis humor yang ia lakukan sangat mungkin membuatnya terpingkal.
Dalam hadis lain diceritakan bahwa Rasulullah pernah mencandai seorang nenek. Ketika nenek itu bertanya apakah dirinya akan masuk surga, Rasulullah menjawab bahwa nenek tidak akan masuk surga. Sang nenek kemudian menangis sesegukan. Rasulullah lantas mengutus seseorang kepada nenek tersebut untuk memberitahukan bahwa ia akan masuk surga, hanya saja dalam bentuk seorang gadis. Inna al-jannata lâ yadkhuluhâ ajûzun (Di surga tidak ada nenek-nenek). (HR. Thabrani dan Baihaqi).
Dari dua kisah humor Rasulullah di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa Islam dapat disampaikan dengan cara yang sangat santai dan humoris. Jika Rasulullah memiliki selera humor yang tinggi, mengapa kita tidak mencontohnya? (Taufik Damas, Selera Humor Rasulullah Saw)
Harusnya kita melihat kejadian yang baru saja menggemparkan Indonesia.. Briptu Norman denga goyang chaiia-chaiianya mampu memperbaiki Citra kepolisian dimata rakyat. Beliau mampu menghibur rakyat yang sudah lama didera rasa takut kepada kepolisian. Kenapa umat Islam tidak berusaha mengambil makna dibalik kejadian ini? Ironis sekali justru kembali islam mendapatkan citra buruk dengan bom bunuh diri (Lebih pantes dibilang "Bom bunuh Agama Sendiri")
Tentunya ini akan semakin membuat Citra Islam menjadi sangat buruk.So.. bukankah lebih baik menebar "Senyum" dibanding menebar "Teror" ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Blog Archive
About Me
- yudo.dodol
- Seorang Mahasiswa yang hingga kini masih betah di kampus (nyampah) meskipun temen2 seangkatannya udah pada nyusun skripsi.. hehe Kritis, cerewet, suka berbagi cerita dan pengalaman, tentunya tukang nanya juga, hehe. Sejak lahir tinggal di Jakarta, tapi masih suka keder kalo lagi keliling Jakarta.
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
About
Postingan Populer
-
Kalo denger nama kota Jakarta, semua orang pasti punya pandangan berbeda. Kita misalnya, pasti langsung kebayang banjir, macet, polusi, pe...
-
Foto Marilyn Monroe dibuat tidak Jadul Buka foto Jaman Dulu ( Jadul ) .. saya pake foto Almarhumah Ibu Marilyn Monroe . Pertama kita warnain...
-
Banyak yang bilang Ustad maulana (Jamaah oh jamaah) itu lebay. Dan banyak dari mereka yang mengaku imannya lebih tinggi bahwa "agama t...
-
Membuat Bendera Kusut Pertama buka gambar kain atau download aja.. klik gambarnya untuk memperbesar .. lalu klik kanan kainnya trus save ima...
-
Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat p...anjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti ...

Berkunjung Ustdz...
BalasHapushehe.. iya bang. lagi belajar nih, mohon bimbingannya yaa :))
BalasHapus