Senin, 02 Mei 2011

Cari tau apa itu NII.. kali aja kita jadi target korbannya

Maraknya kasus perekrutan anggota NII bikin gue jadi penasaran bagaimana mereka sebenarnya, dan apa tujuannya.. sampe akhirnya gue tau klo ternyata salah satu temen kuliah gue hampir aja jadi korban. Makin penasaran sama ceritanya, setelah melakukan perdebatan yang sangat seru.. akhirnya gue coba browsing.. eehh ketemu sama postingan blog berikut ini. Postingan ini diitulis sama kaskuser, semoga bisa menjadi pedoman buat yang baca. Dan buat mereka yang masih labil yang rawan jadi korban.. hehe *semoga membantu*
Selengkapnya...

Sumber


NII



Mau share pengalaman ghan, semoga membantu.. panjang bgt gpp ya hehe..


Asalkan waspada dan hati-hati serta tidak mudah percaya, insyaAllah gak akan terbodohi.


Dulu kira2 tahun 2004-an saya pernah ketemu dengan teman lama (sebutlah namanya "Rika " biar lebih gampang ceritanya) yang sebelumnya menelepon meminta saya untuk menjadi koresponden seputar film untuk majalah independen kawannya. Kami janjian di mc'd orion/rawamangun, disana saya ketemu Rika dan temennya... singkat kata saya diajak ke tempat orang (yang katanya) memiliki majalah tsb.. saya pergi dengan temennya Rika naik motornya dia, sedangkan Rika menyusul naik angkot, sebelumnya rika mengaku belum pernah ketemu apalagi kerumah orang ini sekalipun.


Saya diajak naik motor muter2 kaya obat nyamuk sampe tiba di tengah jalan yang diapit sawah, trus muter2 jaauuuuh bgtt sampe masuk ke sebuah komplek perumahan dan berhenti di sebuah rumah. Disana udah ada rika, lagi duduk sambil minum teh sambil ngobrol2 sama 1 orang cowo. Hebat kan??? Jalanan rawa mangun tengah hari yang lumayan penuh, tapi dia (yg katanya belum pernah kesana) bisa sampe duluan naik angkot.. sedangkan saya yg naik motor dengan orang yang sudah biasa kesana bisa telaaaatt bgtt sampenya (saya tahu karena liat di gelas rika minuman dah mo abis) hawhaw saya udah merasa dibodohi tapi "diem aja dulu ah.. kepingin tau" kata saya dalam hati.


Kami ngobrol2 di teras depan seputar usaha bakmie yang dia dirikan dan telah memiliki banyak sekali cabang, serta relasi-relasinya yang menduduki banyak posisi penting di perusahan dan lain-lain, termasuk tawaran menggiurkannya yang bilang akan membantu promosi musik yg saya buat dan mainkan... Ditengah pembicaraan kami tiba² seorang cewe cantik sexy datang mengantar minuman untuk saya, anehnya itu cewe 'main mata' pas ngasih minuman... "wah ada yang aneh nih...dalam kondisi gw berandalan begini koq bisa di lirik cewe, cakep bgt pula" pikir saya saat itu yg merasa janggal karena jarang dilirik cw yg kurang cakep apalagi yg cakep bgt hahaha... Sampai akhirnya tiba2 topik pembicaraan kami menyangkut soal Al-Quran dan agama islam. "Kalo ngobrolin Al-Qur'an didalem aja yuk.. gak enak disini" kata si orang yang tidak mau menyebutkan namanya itu saat berkenalan berjabat tangan.


Kami masuk ke sebuah kamar ber-ac yang amat sangat tertutup rapat, sampai² jendela aja disemen. Kami berempat duduk di karpet menghadap white board panjang lebar, masing2 diberi 1 buah al-Quran terjemahan. Si orang itu (sebutlah namanya si "o'on" biar gampang ceritanya hehe). Si o'on menyuruh kita semua membuka dan membaca terjemahan ayat yang dia sebutkan.. kemudian memaksakan "isi" menurut tafsirannya sendiri kepada saya... tapi selalu terbantah, karena setiap si o'on menyuruh saya membaca sebuah ayat, selalu saya baca dari 2-3 ayat sebelumnya dan 2-3 ayat setelahnya, dan tafsiran dia selalu berlawanan dengan ayat sebelumnya atau setelahnya, atau berlawanan dengan ayat dari surat lain yang ia sebutkan. Hal itu berlanjut hingga ia menggambar sebuah analogi untuk menerangkan bahwa "kita semua masih kafir", dan alhamdulillah Allah selalu memberikan saya fikiran untuk mengartikan analogi yg dia buat dengan sudut pandang yg berbeda.


mereka akan membodohi anda dengan kalimat ini:


si O'on: "kita semua masih kafir, karena hidup dibawah aturan yg dibuat manusia UUD 1945 dan Pancasila.. bukan dibawah Al-Qur'an dan hukum Islam! Karena manusia dilarang membuat aturan apapun, yang mempunyai kuasa itu" hanya Allah".

Saya: "Apakah Pancasila dibuat untuk menentang Hukum Al-Qur'an dan Islam, ataukah dibuat dengan mempertimbangkan penuh aturan-aturan yg ada dalam Islam?? Jika dibuat untuk menentang, bagian yg mana" Saya sebut sila 1 sampe ke 5 dan saya tanya bagian mana yang berlawanan dengan Islam?

si O'on: meneng bae.

Saya: "Jika memang manusia dilarang membuat peraturan apapun, ayat atau hadits apa yg menjadi dasarnya?"

si O'on: Meneng bae again.

Saya: "Bagaimana dengan Fiqh?"

si O'on: meneng as always.

*Orang yang tadinya mengaku sudah katam dalam mempelajari Al-Quran dan bersikap seperti seorang ustadz yang kepenuhan ilmu² Islam, ternyata gak tau apa-apa soal Agama yang mulia ini. Inilah kawan... Ayat yang mereka pakai itu selalu ayat2 yang sama, yang juga dulu dipake untuk membodohi mereka dan kebanyakan dari mereka tidak tahu apa-apa soal Islam.. kecuali dari "combat kit" yang sudah dirancang oleh atasannya.


Kemudian mereka akan berusaha membodohi anda dengan analogi² gambar..

Berikut analoginya (mungkin perlu diwaspadai):


Si O'on (sambil gambar): "negara indonesia itu ibarat sebuah tong sampah yang kotor, dan orang beriman itu ibarat apel yang terbungkus dengan rapat didalam tong sampah tersebut. Walaupun tertutup rapat, namun kita sebut apa apel tsb? sampah!"

Saya (pinjem spidolnya):"Okeh mas kita pake analoginya.. sekarang kita ganti apel/orang beriman tersebut dengan berlian yang sama sekali tidak tertutup rapat. Walaupun berlian itu ada di dalam tong sampah, tercampur dengan sampah, terkena kotoran-kotoran.. masih berupa berlian tidak? ataukah kita juga akan menyebut berlian tersebut adalah sampah dan kita menjadi jijik karenanya?? Tidak khan?! Itu saja dari penglihatan kita yang terbatas, apalagi dari Allah yang Maha Tahu dan Maha Melihat siapa saja hamba-Nya yg beiman!"


Dan banyak sekali hal yang kami debatkan...mereka akan memutar logika anda agar sehingga pada akhirnya ada akan berkata "oh iya yah.. bener juga". Tidak berhenti berfikir dan memohon perlindungan-Nya adalah kunci agar tidak tersesat.

Oh iya.. ditengah diskusi kami itu, saya sempat minta izin ke kamar mandi dan saya melihat dari pintu yang terbuka sedikit, sebuah ruangan dengan meja panjang dan banyak orang laki² dan perempuan duduk disitu. Mereka tidak pernah keluar ruangan sejak awal saya datang. "Wah dikeroyok ni gw" pikir saya saat itu.


Si o'on yang tadinya ramah, sekarang emosi, mukanya selalu merah memukul-mukul spidol ke lantai setiap saya debat dengannya. Saya yang juga sudah terlanjur emosi dan membuat dia terlihat sangat marah dan tersinggung saat saya bilang "Ga usah pake analogi²an segala buat ngebodohin gw, sini spidolnya gw bikinin lo analogi". Akhirnya wajah emosinya berubah menjadi wajah bingung saat saya tanya tentang tujuan awal saya datang kesini: KORESPONDEN FILM yang sejak awal tidak pernah disinggung sama sekali. Tadinya saya pikir saya tidak akan keluar hidup² dari situ, tapi saat itu tekad jihad sudah bulat, jadi saya pindah tempat duduk disebelah si o'on, siap2 nyandera dia kalo ada apa-apa hahaha..

Alhamdulillah saya berhasil keluar dengan dalih sudah punya janji dengan orang lain, dan si o'on sebagai orang yang mengerti Islam pasti mengetahui apa arti "janji" didalam Islam, kata saya padanya. Hujan lebat saya keluar dari situ ke pangkalan ojek (ternyata saya ada di kali malang) dan saya laporkan sama mereka kalo di rumah itu ada aliran sesat hahaha... trus pulang deh.

Si Rika dan kawannya? mereka adalah pengikut si o'on.


Tidak lama setelah itu, ex.GF saya juga mengalami hal tersebut, dikenalkan dengan orang di Kalibata mall oleh seorang teman, singkat cerita dibawa dengan mata tertutup didalam mobil kijang ke daerah utan kayu jakarta, tapi akhirnya tidak terjerumus, dia menghilang untuk beberapa hari, ngumpet. Saat saya telp no.kawannya itu, sudah tidak aktif.


Semoga dapat membantu untuk lebih waspada.


gimana? cukup memberikan kita pemahaan bukan? hhe

dari postingan ini gue coba ambil beberapa kesimpulan :

1. NII dibentuk sebagai media marketing ayat.. marketing ayat? maksudnya? yaa.. mereka berusaha menjual ayat al-qur'an untuk ditukar dengan uang (versi berita di tv), ditukar dengan sapi (versi cerita nyokap gue waktu hadir di acara pembukaan pesantren al-zaitun di salah satu kota di pulau Jawa, denger2 sih katanya pimpinan ponpesnya tajir banget), dan dituker sama barang berharga lainnya. Tapi koq minta sumbangan sapi ya? buat sambilan jadi pengembala mungkin.. haha
2. Untuk apa sih uang mereka? yaa.. memperkaya diri, mencari kekuasaan, dan tentunya memperluas jaringan mereka yang sesat. Versi ekonominya mungkin MLM ayat dan aliran sesat.. hehe coba deh kalo kita baca dengan seksama, mereka banyak membuka usaha, mulai dari warung bakmie yang udah bercabang, gremo (disitu ada cw sexy penyedia minuman.. dan dirumahnya banyak muda-mudi yang sepertinya sedang kumpul kebo.. hehe). Dan terakhir.. desainer (mereka jago gambar tong sampah).
3. Hanya orang-orang yang emang dasarnya bego dan ga punya otak yang mau menerima doktrin mereka.. itu akan terbukti kalo mereka kita ajak ngomongin ayat yang lain, karena mereka hanya tau ayat yang dijual aja. Yang ga dijual ya mungkin ada di tokonya ustad Ba'asyir.. hehe
4. Banyak-banyak lah kita berbincang sama temen atau keluarga tentang masalah agama, yang pasti mereka akan lebih terbuka menerima pendapat kita. (terbukti dari berita di TV, korban NII biasanya menganggap ortunya kafir.. astaghfirullah hal adziiim.
5. Yang terakhir dan ga kalah penting.. pendidikan usia dini. Tentunya ini merupakan pondasi hidup seseorang, kalo dari kecilnya ga dibiasain berfikir ya gedenya ngawur. hehehe


Ok.. sekian tambahan dari saya, apabila ada kemiripan nama dan karakter di postingan blog tadi, mohon maaf karena itu bukan saya yang nulis.. tapi kalo dari tambahan.. emang sengaja sih.. hahahaha

Semoga menambah pengetahuan yaa :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow dodolicio on Twitter

Search

About Me

Foto saya
Seorang Mahasiswa yang hingga kini masih betah di kampus (nyampah) meskipun temen2 seangkatannya udah pada nyusun skripsi.. hehe Kritis, cerewet, suka berbagi cerita dan pengalaman, tentunya tukang nanya juga, hehe. Sejak lahir tinggal di Jakarta, tapi masih suka keder kalo lagi keliling Jakarta.

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About

Postingan Populer

Categories

Pengikut

Categories

ChatBox

Twitter