Kamis, 12 Mei 2011
Surat dari Che Guevara
Selengkapnye..
Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin. Kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar rintih dan suara orang yang hidupnya menderita.
Andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke negerimu pastilah aku enggan untuk duduk di kursi. Akan aku habiskan waktuku untuk mengelilingi kotamu yang padat dengan orang miskin. Akan ku sapa setiap anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh. Akan aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa gas perusahaan asing. Akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. Dan akan ku temani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. Tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. Ku rasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negerimu.
Kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. Aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal! Perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. Kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah. Hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. Hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. Aku sudah hapal mana tabiat srigala dan mana watak kelinci. Kalau kau baca tulisanku, mustinya kau bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinnya. Kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan. Dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa!
Kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. Menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. Ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmunya. Sederet angka dibuat untuk membuat orang percaya bahwa si miskin makin hari makin berkurang. Menonton aktivis senior yang kini juga berebut untuk duduk jadi penguasa. Katanya: di dalam kekuasaan tidak ada suara rakyat maka kita mengisinya. Aku bilang, itulah para pembual yang yakin jika perubahan bisa muncul karena kita duduk di belakang meja. Demokrasi acapkali berangkat dari dalil yang naif seperti itu. Aku sayangnya tak lagi bisa memilih, untuk berdiri dan berbincang dengan kalian semua.
Anak muda, aku telah tuliskan puluhan karya untuk menemanimu. Dibungkus dengan sampul wajahku, yang tampak belia dan mungkin tampan, aku tuangkan pesan kepada kalian. Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. Kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. Kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. Kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. Kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. Hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. Kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. Anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!
Keberanian itu seperti sikap keberimanan. Jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri. Sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. Hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. Hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Ku tinggalkan jabatan mentri karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. Apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananmu. Ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman.
Rasa nyaman yang kini ku saksikan di sekelilingmu. Anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya. Ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! Anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. Bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha ketimbang orang miskin. Anak-anak muda yang banyak lagak ini memang tidak bisa dibinasakan. Mereka hidup karena ada kemiskinan, keculasan kekuasaan, dan lindungan proyek lembaga donor. Aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. Aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup untuk melawan arus.
Arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. Murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. Murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan. Murah sekali harga seorang penyair yang mau rame-rame mendukung pencabutan subsidi. Aku gusar memandang negerimu, yang tidak lagi punya ksatria pemberani. Seorang kstaria yang mau hidup dalam kesunyian dan dengan gagah meneriakkan perlawanan. Tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. Kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa.
Yang kau hadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. Kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. Kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. Kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. Kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. Kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logisistik yang mencukupi. Kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. Kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. Gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis MLM.
Saudaraku yang baik! Hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. Kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! Lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. Lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele. Kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab. Ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu ku kerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Gabungkan dirimu bukan dengan LSM, tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi. Tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.
Rabu, 11 Mei 2011
Mewarnai Foto jadul
Foto Marilyn Monroe dibuat tidak Jadul
Buka foto Jaman Dulu ( Jadul ) .. saya pake foto Almarhumah Ibu Marilyn Monroe .
Pertama kita warnain dulu warna kutil kulit nya .. seleksi bagian muka, tangan, kaki dengan menggunakan PEN TOOL,
Kalo belum bisa menggunakan PEN TOOl sering latian aja.. nanti juga terbiasa kok..
Sekarang seleksi daerah kulit yang lain.. gunakan add to shape area..untuk membuat multiple path ( membuat path yang lain tanpa membuat layer baru )
buat lagi path untuk daerah kaki .. karena kaki masih warna kulit..
Sekarang warnai dengan warna kulit. klik 2x kotak warna di shape 1 untuk merubah warna hitamnya. lalu pilih warna di color picker.
ganti opacity jadi 70% dan blending jadi Multiply.
Kalo udah terwarnai kulit nya sekarnag kita hapus daerah mata, dan bibir plus gigi.. pake eraser tool. .. nanti ada notifikasi klik Oke aja.. supaya Shape tadi jadi gambar raster.
sekarang kita warnai mata nya.. Buat layer baru. klik layer> new > layer . gunakan brush tool untuk memoles mata warnai warna biru. lalu ubah blending jadi multiply dan opacity jadi 70%
dengan cara yang sama dengan mewarnai mata sekarang warnai bibir nya..
Buat pipinya merah biar lebih keliatan gak jadulnya..buat bulatan di Pipi dengan brush tool dan warna merah.
Klik Filter > Blur > Gaussian Blur .. blending ganti jadi Multiply dan opacity 50%
gunakan brush tool lagi untuk mewarnai rambut.. warna kuning ya.. warnai dengan acak.. asal jangan sampe keluar garis rambut.. keluar dikit gpp lah..
ganti blending menjadi Multiply dan opacity jadi 60%
Udah keliatan berwarna kan muka nya?
sekarang warnain baju nya.. cara nya sama dengan mewarnai kulit.. seperti saya bilang di awal.. teknik mewarnai ini gampang banget yang susah itu seleksinya.. hehehe.. jadi kudu tetep latihan seleksi.. karena teknik seleksi ini merupakan salah satu kunci di photoshop.
untuk membuat path gunakan Opacity 0 % untuk mempermudah kita mengikuti garis batas nya.
sekarang ganti blending menjadi multiply dan opacity jadi 70%
sekarang warnai Celana nya.. sama kok caranya .. jangan khawatir..
sekarang ganti opacity dan blending nya
Warnai juga Meja bagian atas dengan coklat tua
sekarang giliran meja bagian bawah yang diwarnai
Hmm.. Temboknya boleh juga diwarnain..
dan terakhir senderan Ibu Almarhumah Marilyn Monroe yang diwarnain.. oia .. ada bola di atas meja.. warnain aja selagi gratis..hehehe
Hasilnya adalah..
Masih keliatan pucat ya..
klik layer background atau gambar Almarhumah Ibu Marilyn Monroe lalu klik Image > Adjustment > Hue / saturation
Hasil Akhir nya
Udah enggak keliatan Jadul kan ??
hehehe.. Selamat Mencoba..
Artikel Foto Marilyn Monroe dibuat tidak Jadul ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials
Membuat Bendera Kusut
Membuat Bendera Kusut
Pertama buka gambar kain atau download aja.. klik gambarnya untuk memperbesar .. lalu klik kanan kainnya trus save image as ..
buka di photoshop terus di save ke psd file .. jadi kain.psd
gambar kain nya gak usah ditutup.. biar aja kebuka.. nanti gambar kainnya dipake.
Buka dokumen baru
bikin kotak pake rectangle marque tool terus warnain dengan warna merah.. buat seperti bendera kita.
Tekan CTRL + D untuk menghilangkan seleksi..
Klik Filter > distort > Displace
tekan Ok.. lalu pilih file Kain.psd
Drag ( tarik sambil tekan mouse -red ) gambar kain ke gambar bendera
di pas- pas in deh gambar kain nya sehingga sama dengan gambar bendera .. Tekan CTRL + SHIFT + U atau klik Image > Adjustment > desaturate untuk membuat warna kain jadi hitam putih..
Untuk Finishing , setting di layer palette kayak gini :
Hasil nya, gambar bendera tadi jadi seperti kain beneran .. kusut-kusut gitu deh..
Cobain ke gambar-gambar atau foto.. atau gambar kain batik seperti dibawah :
Selamat mencoba..
Artikel Membuat Bendera Kusut ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials
Senin, 02 Mei 2011
Islam Penebar Senyum :)

Anas ibn Malik meriwayatkan hadis tentang sahabat bertubuh cebol bernama Zahir ibn Haram. Zahir tinggal di desa, bukan di kota bersama Rasulullah dan sahabat lainnya. Zahir rajin mengunjungi Rasulullah dan selalu membawakan buah tangan dari desanya. Sebaliknya, jika Zahir hendak kembali, Rasulullah selalu membekalinya dengan oleh-oleh. Karena proses interaksi yang baik ini, Rasulullah pernah berkata, “Zahir adalah orang desa bagi kita, dan kita orang kota bagi Zahir”.
Pernah terjadi kisah menarik antara Rasulullah dan Zahir, tepatnya kisah humor. Suatu hari Zahir sedang berdagang di pasar berteriak menjajakan barang dagangannya. Ketika itu Rasulullah datang dari arah belakang Zahir. Dengan sigap Rasulullah memeluk dan mengangkat tubuh Zahir dari belakang. Zahir tidak tahu siapa orang yang “main-main” dengannya. Ia berontak sambil berusaha melihat ke belakang. Ketika matanya menangkap wajah Rasulullah, ia justru mempererat pelukannya dengan merangkulkan tangan ke belakang tubuh Rasulullah. Kini Rasulullah yang kewalahan karena tidak dapat melepaskan dekapan Zahir. Tidak habis akal, Rasulullah teriak, “Budak, budak. Siapa yang mau beli budak?!”
Tersinggungkah Zahir dengan canda Rasulullah? Tentu tidak. Zahir malah berkata, “Aku tidak akan laku, wahai Nabiyullah”. “Kalau pun aku benar-benar budak, siapa yang mau membeli budak cebol seperti aku”. Demikian kira-kira makna ucapan Zahir. Mendengar ucapannya, Rasulullah lantas menghiburnya dengan berkata, “Tapi engkau mahal di hadapan Allah”. (Shahîh Ibnu Hibban).
Humor yang ada dalam hadis di atas masuk dalam kategori humor sarkastik, yaitu humor yang mengandung celaan terhadap orang yang dijadikan obyek humor. Walau dicela, orang tidak akan marah karena menyadari bahwa celaan itu dalam konteks bercanda. Humor model ini justru sering menciptakan keakraban luar biasa pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Ketika bicara soal agama, orang sering terkesan kaku dan anti humor. Sebagian orang bahkan menganggap humor itu tidak ada dalam agama. Rasulullah digambarkan sebagai sosok yang sangat kaku dalam berinteraksi hingga tidak pernah terbahak. Saya tidak dapat membayangkan Rasulullah tidak terbahak ketika memperlakukan Zahir ibn Haram seperti itu. Jenis humor yang ia lakukan sangat mungkin membuatnya terpingkal.
Dalam hadis lain diceritakan bahwa Rasulullah pernah mencandai seorang nenek. Ketika nenek itu bertanya apakah dirinya akan masuk surga, Rasulullah menjawab bahwa nenek tidak akan masuk surga. Sang nenek kemudian menangis sesegukan. Rasulullah lantas mengutus seseorang kepada nenek tersebut untuk memberitahukan bahwa ia akan masuk surga, hanya saja dalam bentuk seorang gadis. Inna al-jannata lâ yadkhuluhâ ajûzun (Di surga tidak ada nenek-nenek). (HR. Thabrani dan Baihaqi).
Dari dua kisah humor Rasulullah di atas, kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa Islam dapat disampaikan dengan cara yang sangat santai dan humoris. Jika Rasulullah memiliki selera humor yang tinggi, mengapa kita tidak mencontohnya? (Taufik Damas, Selera Humor Rasulullah Saw)
Harusnya kita melihat kejadian yang baru saja menggemparkan Indonesia.. Briptu Norman denga goyang chaiia-chaiianya mampu memperbaiki Citra kepolisian dimata rakyat. Beliau mampu menghibur rakyat yang sudah lama didera rasa takut kepada kepolisian. Kenapa umat Islam tidak berusaha mengambil makna dibalik kejadian ini? Ironis sekali justru kembali islam mendapatkan citra buruk dengan bom bunuh diri (Lebih pantes dibilang "Bom bunuh Agama Sendiri")
Tentunya ini akan semakin membuat Citra Islam menjadi sangat buruk.So.. bukankah lebih baik menebar "Senyum" dibanding menebar "Teror" ?
Cari tau apa itu NII.. kali aja kita jadi target korbannya
Sumber

Mau share pengalaman ghan, semoga membantu.. panjang bgt gpp ya hehe..
Asalkan waspada dan hati-hati serta tidak mudah percaya, insyaAllah gak akan terbodohi.
Dulu kira2 tahun 2004-an saya pernah ketemu dengan teman lama (sebutlah namanya "Rika " biar lebih gampang ceritanya) yang sebelumnya menelepon meminta saya untuk menjadi koresponden seputar film untuk majalah independen kawannya. Kami janjian di mc'd orion/rawamangun, disana saya ketemu Rika dan temennya... singkat kata saya diajak ke tempat orang (yang katanya) memiliki majalah tsb.. saya pergi dengan temennya Rika naik motornya dia, sedangkan Rika menyusul naik angkot, sebelumnya rika mengaku belum pernah ketemu apalagi kerumah orang ini sekalipun.
Saya diajak naik motor muter2 kaya obat nyamuk sampe tiba di tengah jalan yang diapit sawah, trus muter2 jaauuuuh bgtt sampe masuk ke sebuah komplek perumahan dan berhenti di sebuah rumah. Disana udah ada rika, lagi duduk sambil minum teh sambil ngobrol2 sama 1 orang cowo. Hebat kan??? Jalanan rawa mangun tengah hari yang lumayan penuh, tapi dia (yg katanya belum pernah kesana) bisa sampe duluan naik angkot.. sedangkan saya yg naik motor dengan orang yang sudah biasa kesana bisa telaaaatt bgtt sampenya (saya tahu karena liat di gelas rika minuman dah mo abis) hawhaw saya udah merasa dibodohi tapi "diem aja dulu ah.. kepingin tau" kata saya dalam hati.
Kami ngobrol2 di teras depan seputar usaha bakmie yang dia dirikan dan telah memiliki banyak sekali cabang, serta relasi-relasinya yang menduduki banyak posisi penting di perusahan dan lain-lain, termasuk tawaran menggiurkannya yang bilang akan membantu promosi musik yg saya buat dan mainkan... Ditengah pembicaraan kami tiba² seorang cewe cantik sexy datang mengantar minuman untuk saya, anehnya itu cewe 'main mata' pas ngasih minuman... "wah ada yang aneh nih...dalam kondisi gw berandalan begini koq bisa di lirik cewe, cakep bgt pula" pikir saya saat itu yg merasa janggal karena jarang dilirik cw yg kurang cakep apalagi yg cakep bgt hahaha... Sampai akhirnya tiba2 topik pembicaraan kami menyangkut soal Al-Quran dan agama islam. "Kalo ngobrolin Al-Qur'an didalem aja yuk.. gak enak disini" kata si orang yang tidak mau menyebutkan namanya itu saat berkenalan berjabat tangan.
Kami masuk ke sebuah kamar ber-ac yang amat sangat tertutup rapat, sampai² jendela aja disemen. Kami berempat duduk di karpet menghadap white board panjang lebar, masing2 diberi 1 buah al-Quran terjemahan. Si orang itu (sebutlah namanya si "o'on" biar gampang ceritanya hehe). Si o'on menyuruh kita semua membuka dan membaca terjemahan ayat yang dia sebutkan.. kemudian memaksakan "isi" menurut tafsirannya sendiri kepada saya... tapi selalu terbantah, karena setiap si o'on menyuruh saya membaca sebuah ayat, selalu saya baca dari 2-3 ayat sebelumnya dan 2-3 ayat setelahnya, dan tafsiran dia selalu berlawanan dengan ayat sebelumnya atau setelahnya, atau berlawanan dengan ayat dari surat lain yang ia sebutkan. Hal itu berlanjut hingga ia menggambar sebuah analogi untuk menerangkan bahwa "kita semua masih kafir", dan alhamdulillah Allah selalu memberikan saya fikiran untuk mengartikan analogi yg dia buat dengan sudut pandang yg berbeda.
mereka akan membodohi anda dengan kalimat ini:
si O'on: "kita semua masih kafir, karena hidup dibawah aturan yg dibuat manusia UUD 1945 dan Pancasila.. bukan dibawah Al-Qur'an dan hukum Islam! Karena manusia dilarang membuat aturan apapun, yang mempunyai kuasa itu" hanya Allah".
Saya: "Apakah Pancasila dibuat untuk menentang Hukum Al-Qur'an dan Islam, ataukah dibuat dengan mempertimbangkan penuh aturan-aturan yg ada dalam Islam?? Jika dibuat untuk menentang, bagian yg mana" Saya sebut sila 1 sampe ke 5 dan saya tanya bagian mana yang berlawanan dengan Islam?
si O'on: meneng bae.
Saya: "Jika memang manusia dilarang membuat peraturan apapun, ayat atau hadits apa yg menjadi dasarnya?"
si O'on: Meneng bae again.
Saya: "Bagaimana dengan Fiqh?"
si O'on: meneng as always.
*Orang yang tadinya mengaku sudah katam dalam mempelajari Al-Quran dan bersikap seperti seorang ustadz yang kepenuhan ilmu² Islam, ternyata gak tau apa-apa soal Agama yang mulia ini. Inilah kawan... Ayat yang mereka pakai itu selalu ayat2 yang sama, yang juga dulu dipake untuk membodohi mereka dan kebanyakan dari mereka tidak tahu apa-apa soal Islam.. kecuali dari "combat kit" yang sudah dirancang oleh atasannya.
Kemudian mereka akan berusaha membodohi anda dengan analogi² gambar..
Berikut analoginya (mungkin perlu diwaspadai):
Si O'on (sambil gambar): "negara indonesia itu ibarat sebuah tong sampah yang kotor, dan orang beriman itu ibarat apel yang terbungkus dengan rapat didalam tong sampah tersebut. Walaupun tertutup rapat, namun kita sebut apa apel tsb? sampah!"
Saya (pinjem spidolnya):"Okeh mas kita pake analoginya.. sekarang kita ganti apel/orang beriman tersebut dengan berlian yang sama sekali tidak tertutup rapat. Walaupun berlian itu ada di dalam tong sampah, tercampur dengan sampah, terkena kotoran-kotoran.. masih berupa berlian tidak? ataukah kita juga akan menyebut berlian tersebut adalah sampah dan kita menjadi jijik karenanya?? Tidak khan?! Itu saja dari penglihatan kita yang terbatas, apalagi dari Allah yang Maha Tahu dan Maha Melihat siapa saja hamba-Nya yg beiman!"
Dan banyak sekali hal yang kami debatkan...mereka akan memutar logika anda agar sehingga pada akhirnya ada akan berkata "oh iya yah.. bener juga". Tidak berhenti berfikir dan memohon perlindungan-Nya adalah kunci agar tidak tersesat.
Oh iya.. ditengah diskusi kami itu, saya sempat minta izin ke kamar mandi dan saya melihat dari pintu yang terbuka sedikit, sebuah ruangan dengan meja panjang dan banyak orang laki² dan perempuan duduk disitu. Mereka tidak pernah keluar ruangan sejak awal saya datang. "Wah dikeroyok ni gw" pikir saya saat itu.
Si o'on yang tadinya ramah, sekarang emosi, mukanya selalu merah memukul-mukul spidol ke lantai setiap saya debat dengannya. Saya yang juga sudah terlanjur emosi dan membuat dia terlihat sangat marah dan tersinggung saat saya bilang "Ga usah pake analogi²an segala buat ngebodohin gw, sini spidolnya gw bikinin lo analogi". Akhirnya wajah emosinya berubah menjadi wajah bingung saat saya tanya tentang tujuan awal saya datang kesini: KORESPONDEN FILM yang sejak awal tidak pernah disinggung sama sekali. Tadinya saya pikir saya tidak akan keluar hidup² dari situ, tapi saat itu tekad jihad sudah bulat, jadi saya pindah tempat duduk disebelah si o'on, siap2 nyandera dia kalo ada apa-apa hahaha..
Alhamdulillah saya berhasil keluar dengan dalih sudah punya janji dengan orang lain, dan si o'on sebagai orang yang mengerti Islam pasti mengetahui apa arti "janji" didalam Islam, kata saya padanya. Hujan lebat saya keluar dari situ ke pangkalan ojek (ternyata saya ada di kali malang) dan saya laporkan sama mereka kalo di rumah itu ada aliran sesat hahaha... trus pulang deh.
Si Rika dan kawannya? mereka adalah pengikut si o'on.
Tidak lama setelah itu, ex.GF saya juga mengalami hal tersebut, dikenalkan dengan orang di Kalibata mall oleh seorang teman, singkat cerita dibawa dengan mata tertutup didalam mobil kijang ke daerah utan kayu jakarta, tapi akhirnya tidak terjerumus, dia menghilang untuk beberapa hari, ngumpet. Saat saya telp no.kawannya itu, sudah tidak aktif.
Semoga dapat membantu untuk lebih waspada.
gimana? cukup memberikan kita pemahaan bukan? hhe
dari postingan ini gue coba ambil beberapa kesimpulan :
1. NII dibentuk sebagai media marketing ayat.. marketing ayat? maksudnya? yaa.. mereka berusaha menjual ayat al-qur'an untuk ditukar dengan uang (versi berita di tv), ditukar dengan sapi (versi cerita nyokap gue waktu hadir di acara pembukaan pesantren al-zaitun di salah satu kota di pulau Jawa, denger2 sih katanya pimpinan ponpesnya tajir banget), dan dituker sama barang berharga lainnya. Tapi koq minta sumbangan sapi ya? buat sambilan jadi pengembala mungkin.. haha
2. Untuk apa sih uang mereka? yaa.. memperkaya diri, mencari kekuasaan, dan tentunya memperluas jaringan mereka yang sesat. Versi ekonominya mungkin MLM ayat dan aliran sesat.. hehe coba deh kalo kita baca dengan seksama, mereka banyak membuka usaha, mulai dari warung bakmie yang udah bercabang, gremo (disitu ada cw sexy penyedia minuman.. dan dirumahnya banyak muda-mudi yang sepertinya sedang kumpul kebo.. hehe). Dan terakhir.. desainer (mereka jago gambar tong sampah).
3. Hanya orang-orang yang emang dasarnya bego dan ga punya otak yang mau menerima doktrin mereka.. itu akan terbukti kalo mereka kita ajak ngomongin ayat yang lain, karena mereka hanya tau ayat yang dijual aja. Yang ga dijual ya mungkin ada di tokonya ustad Ba'asyir.. hehe
4. Banyak-banyak lah kita berbincang sama temen atau keluarga tentang masalah agama, yang pasti mereka akan lebih terbuka menerima pendapat kita. (terbukti dari berita di TV, korban NII biasanya menganggap ortunya kafir.. astaghfirullah hal adziiim.
5. Yang terakhir dan ga kalah penting.. pendidikan usia dini. Tentunya ini merupakan pondasi hidup seseorang, kalo dari kecilnya ga dibiasain berfikir ya gedenya ngawur. hehehe
Ok.. sekian tambahan dari saya, apabila ada kemiripan nama dan karakter di postingan blog tadi, mohon maaf karena itu bukan saya yang nulis.. tapi kalo dari tambahan.. emang sengaja sih.. hahahaha
Semoga menambah pengetahuan yaa :D
Jakarta tak Seindah dulu
Kebetulan kemarin gue mau benerin modem di daerah Tomang Raya, begonya.. 21 taun hidup di Jakarta gue masih ga tau Tomang itu dimana. Maklum lah, Jakarta sekarang ga seperti dulu waktu gue sering banget diajak jalan sama bokap. Dulu kalo mau ke Taman Puring dari rumah gue cukup jalan kaki dan ga butuh angkot. Tapi sekarang, buat jalan ke pasar didepan rumah aja kalo ga make motor males banget rasanya.. hehe
Ok, balik lagi ke niat gue hari ini.. karena gue ga tau Tomang itu dimana, gue nyoba nanya sama temen gue yang kebetulan adalah sopir angkot jurusan Kebayoran-Lama - Tanah Abang, hehe. Sebenernya sih bisa aja naik busway, tapi gue juga masih ga tau harus transit dimana dan turun dimana. Kebetulan pas berangkat juga turun hujan, jadi ga mungkin banget gue ke blok m dulu ujan-ujanan buat naik busway.
Akhirnya berhasil lah gue naik angkot setelah badan sedikit terguyur hujan. Gue duduk di depan samping pak sopir. Di perjalanan ada ibu-ibu salah satu penumpang yang nelpon cucunya, suaranya kemana-mana, biasanya orang nelpon mah HPnya yang di loudspeaker.. ini suaranya yang di loudspeker. Ibu-ibu itu minta sopirnya ngetem dulu di daerah rawa belong buat nungguin cucunya yang keujanan, gila.. berasa angkot punya dia kali? haaah. Hujan pun makin deres, dan ternyata pas nyampe di daerah Rawa Belong banjir menghadang, inilah masalah pertama yang paling sering kita temuin di Jakarta. Akhirnya sang sopir memutar balik angkotnya, ga tau deh itu gue mau dibawa kemana yang pasti tetep aja banjir-banjir juga. Pokonya daerah perumahan dan gue masih ga tau nama jalannya apa, disitu banjirnya ga separah di jalan raya. Mungkin ini emang jalan alternatif kalo terjadi banjir, soalnya banyak banget mobil yang lewat jalan itu. Anak-anak kecil yang mandi hujan pun makin membuat macet jalan, jadi inget masa kecil dulu.. hehe. Tiba-tiba anak-anak kecil itu masuk ke dalem angkot dan bergelayut di pintu, bener-bener gue waktu masih ingusan dulu.. hahaha. Abangnya teriak-teriak sampe bikin gue shock.
“Ehh, jangan gelayutan di pintu.. turun..turun..turun, kalo lu pada kenapa-kenapa nanti gua yang di keroyok masa”, abangnya ngedumel.
Gue jadi ngerasa bersalah, dulu gue punya pengalaman sering “ngompreng” (istilah yang di pake anak-anak yang suka naek mobil ga bayar). Pernah di suatu hari gue sama 2 orang temen gue ngompreng angkot pas hujan. Tiba-tiba salah satu temen gue rese, dia iseng dorong temen gue yang 1 lagi dari pintu angkot sampe jatoh ke “got” (selokan). Parahnya sebelum masuk ke got, kepalanya sempet kejedot tiang listrik.. tapi temen gue yang iseng malah ketawa. Gue pun bukannya kasian malah ikut-ikutan ketawa.. haha #jahat.
Sepanjang jalan gue ngobrol sama sang sopir, dan dia bilang gue mesti turun di Slipi dan nerusin naik Kopaja. Persis kaya yang dibilang sama temen gue. Hujan masih gede banget, dan ternyata gue udah nyampe lampu merah Slipi. Sang sopir nyuruh gue turun. Aaahh? yang bener aja, gue mesti turun di lampu merah yang ga ada tempat neduh disaat hujan turun dengan sangat derasnya. Ya, itulah kebiasaan angkot.. nurunin penumpang seenaknya. Terpaksa lah gue ujan-ujanan buat nyari tempat neduh, kebetulan gue pergi bareng pacar.. jadi ga tega aja klo dia sampe keujanan (lebay). Akhirnya gue lari buat nyebrang ke jembatan penyebrangan, karena gue liat disitu banyak yang neduh. Pas lagi nyebrang, ternyata jalanannya banjir juga. Kali ini hujan bener-bener bikin gue kesel. Gue yang dari rumah niatnya pake sendal jepit tapi ga jadi karena gue fikir abis dari tomang mau ke Kota ga etis banget kalo make sendal jepit. Sepatu gue pun jebol, dan basah pas sampe di jembatan penyebrangan, sial!!
Sementara pacar gue aman ga keujanan lagi, gue nyoba nyari warung yang jual sendal jepit meskipun hujan-hujanan. Untung warungnya ada dibawah jembatan. Inilah pertama kalinya gue nemuin pedagang pinggiran yang ternyata berguna banget kalo keadaanya seperti ini. Sendalnya ternyata tinggal 2 pasang, dan dua-duanya kekecilan buat ukuran kaki gue, naas. Setelah dapet sendal akhirnya gue coba nyewa anak-anak kecil yang lagi kegirangan karena mereka dapet lahan pekerjaan, ya.. ojek payung. Lagi-lagi inget masa kecil, dulu gue suka banget ngojek payung karena bisa punya alesan buat mandi ujan.. hehe. Akhirnya gue berhasil naek Kopaja, masalah pun ga berhenti sampe disini.
Sampe di kopaja ternyata semua kursi terisi penuh, dan tinggal sepasang kursi yang basah karena Kopajanya bocor. Lengkap sudah penderitaan gue.
Kopaja pun terus melaju, gue minta sang kenek nurunin gue di Tomang Raya.. dan dia pun nyaranin gue buat nerusin naek angkot lagi buat ke tempat tujuan. Akhirnya gue diturunin dari Kopaja, dan lagi-lagi gue diturunin ditengah jalan (gue sadar betapa bergunanya halte bus dalam keadaan seperti ini). Untungnya gue diturunin di bawah fly over, jadi masih aman dari guyuran hujan. Sambil nunggu hujan reda gue mikirin omongan si kenek tadi, gue masti naek angkot lagi.. tapi angkot yang mana? sedan biru yang logonya burung? kalo itu mah mending gue naek dari rumah. Ternyata disana ga ada angkot lagi, dan ga ada zebra cross ataupun tempat penyebrangan lainnya buat ke tempat tujuan gue. Akhirnya gue terpaksa melanggar peraturan lalu lintas dengan menyebrang sembarangan. Bukan ditangkep polisi yang gue takutin, tapi mati ketabrak. Kebetulan disebrang ada pedagang kaki lima yang jual makanan, jadi gue bisa nuggu hujan sambil ngisi perut yang udah keroncongan sekalian nanya alamat sama si abang penjual ketupat sayur. Abangnya pun ngejelasin ke gue kalo tempat yang gue maksud ada di sebrang jalan, kalo gitu ngapain gue nyebrang tadi? ooh karena lapar ternyata.
Selesai makan hujan pun reda, gue nyebrang lagi. Di sebrang ternyata ada pos polisi, gue fikir mungkin mereka akan melayani masyarakat dengan memberikan jawaban mengenai alamat tujuan yang gue cari, atau sekedar memberikan hiburan dengan bergoyang India. Ternyata tidak, polisi dengan wajah yang sangat datar dan terkesan masa bodo nyaranin gue buat nyebrang aja. Yaudah pak, makasih. Kami pun nyebrang, tapi masih ga tau harus kemana lagi. Untungnya didepan ada Telpon Umum jadi bisa nelpon buat nanya alamat kantornya. Wahh, ternyata TUnya masih berfungsi. Jarang-jarang loh di Jakarta, tapi sayang ga terawat.. pintunya udah ga tau kemana. Mungkin dipake sama anak sekolah buat tameng waktu tawuran, atau sama warga wktu bentrok sama polisi.
Rute yang jelas pun didapat, gue mesti jalan terus ke depan sepanjang jalan Tomang raya sampe ketemu bank Danamon. Tiba-tiba gue inget klo gue udah ga megang duit sama sekali, akhirnya gue coba cari ATM terdekat dan ternyata ada di sebrang jalan.Anehya, di jalan 2 jalur cuma ada 1 zebra cross. Nah loh, udah nyape tengah jalan mau nyebrang lagi lewat mana? Terpaksa gue nunggu mobil yang lagi ngebut buat brenti sekitar 15 menit, akhirnya ada pengendara yang sadar. Gue nyebrang, tapi baru dua langkah tiba-tiba ada sedan yang muncul dengan cepat.. gue kasih jempol buat orang yang mau nyerempet gue, biar malu sekalian. Itulah Jakarta, ga ada tempat aman buat lo nyebrang.
Selesai dari ATM perjalanan pun berlanjut, karena masih ragu sama alamatnya.. gue pun nanya sama pedagang rokok di pinggir jalan. Ohh, ternyata tempat yang gue maksud ada di sebrang.. hah? nyebrang lagi? Tapi untungnya kali ini lebih jelas,
"tapi jalan dulu aja ke depan, di sana ada halte busway.. nyebrang dari halte aja". Kata abang tukang rokok dengan logat brebesnya.
Coba aja tukang rokok ini yang jadi polisi tadi, mungkin Jakarta lebih ramah.
Sampe juga akhirnya di Halte, gue tetep jalan lurus ke depan tapi masih ga tau dimana tempatnya. Sambil liat-liat jalan dan nomor gedung akhirnya ketemu juga no. 47 G. Ini lebih mirip ruko ketimbang service center. Karena gue ga liat logo perusahaan di pintunya. Akhirnya bisa duduk juga, nungguin abangnya benerin modem sekitar 1 jam. Sambil mikir pulangnya lewat mana?
Selesai sudah modem yang selama ini bermasalah akhirnya diganti semuanya, klo gitu ga usah nunggu sampe 1 jam seharusnya. Sekarang gue bingung mau kemana, tujuan awal ke Kota gagal gara-gara capek dan sendal jepit warna biru. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah naek busway. Ohh ternyata buswaynya transit di Harmoni. Harmoni? Waaahh pasti ngantrinya panjang banget. Bener aja, koridor jurusan kota aja penuh apalagi yang ke Blok M. Terpaksa deh ngantri buat naek bus. Inilah potret suram orang-orang kota yang katanya lebih moderen, ga taat waktu ngantri. Ada yang dorong-dorong lah, ga sabaran banget lah, bawa barang banyak kaya mau mudik, yang begini ini baru pantes dibilang ALAY karena bener-bener lebay. Tolong dong, yang mau naek busway kan ga cuma lo doang. Ada nenek-nenek, ibu hamil, bapak tua, anak kecil, kenapa lo yang masih muda dan terlihat segar bugar kelakuannya kaya orang ga punya tenaga?
Di dalem busway tiba-tiba gue inget pelajaran di SD dulu, kalo kita di kendaraan dan melihat kakek/nenek yang sudah tua, atau ibu hamil, wanita dan anak-anak, maka berikanlah mereka kesempatan untuk tidak berdiri. Tapi kenyataan yang gue liat, banyak bujang lapuk pada duduk sedangkan ibu-ibu tua berdiri. Seakan-akan tulisan di dalam bus, “Utamakan Orang tua, Wanita, ataupun anak-anak” hanya sebagai hiasan aja. Kasian pacar gue, dia harus ikut-ikutan berjalan jauh sampe akhirnya berdiri di dalem bus. Pengen gue lempar aja bawaannya mereka (laki-laki) yang masih gagah dari dalam bus.
Bus pun sampe di Blok M. Sekarang gue mesti nerusin naek Metro Mini. Bis baru di terminal aja udah ada tukang ngamen, kembali gue inget masa-masa dulu waktu gue ngamen dari Blok M ke Ciledug. Sungguh pengalaman yang luar biasa, hhe. Gue yakin minimal ada 2 tukang ngamen yang masuk dari Blok M ke kebayoran lama, padahal tempatnya ga begitu jauh. Metro pun melaju, dan kayaknya ga ugal-ugalan seperti metro pada umumnya. Sampe di depan Melawai ternyata macet, padahal jalanan sepi banget. Sang sopir pun terpaksa melawan arah, ternyata didepan ada polisi yang sengaja menjebak. Ya, polisi di Jakarta emang pinter-pinter banget. Mereka suka ngejebak mangsa (pengendara) Cuma untuk makan siang atau sekedar beli rokok dan kopi, haram kan jadinya?. Jadi inget waktu gue pernah ditilang di kawasan senayan, petnjuk speda motor dilarang melintas ternyata sengaja di bengkokin dan ketutupan sama pohon. Untungnya gue lebih licik dari polisi itu, gue ditilang 20ribu untuk 2 motor tapi dituker sama nasi padang sisah polisi yang ga dimakan. (Berasa ditilang di restauran padang)
Balik ke metro, Sopir pun kesel dan mengeluarkan sumpah serapahnya.
“An**** lo, Ko****, Ba**, Ng*****, makan tuh duit haram.”, kata sang sopir tepat di muka polisi yang ga tau malu.
Polisinya kayaknya cuek banget, dia tetep jalan buat nilang metro dibelakang dengan nasib yang sama. Jadi pengen ikut-ikutan caci maki (inget kasusnya Roy Suryo waktu diusir dari Pesawat sama penumpang gara-gara salah naik pesawat dan masih membela diri dengan berkata kepada penumpang, “Anda tidak tau siapa saya?”. Siapa? Tukang VCD Porno di DPR? Haha).
Sang sopir pun berusa menarik napasnya, berusaha menenangkan dirinya. Sedangkan si kenek terpaksa harus meladeni si Polisi brengsek tadi. Tiba-tiba didepan ada polisi lain yang menanti jatah.
“An****, udah noh sama temen lo tadi. Ga tau apa narik lagi sepi? Ba**!!!”, sopir marah lagi.
Sopir ini ternyata bener-bener berani, gue bener-bener salut. Para penumpang pun sepertinya salut. Tapi, sopir kaya gini jadi ikut-ikutan jelek gara-gara sopir laen yang berengsek. Karena biasanya sopir metro suka banget ugal-ugalan dan ga taat sama peraturan. Tapi mungkin mereka juga punya alesan. Ya, polisi tadi.. banyaknya pungli, mulai dari polisi, petugas DLLAJ, sampe preman terminal bikin penghasilan mereka berkurang.
Suasana sudah mencair, satu dua orang turun dari Metro dengan tetap membayar ongkos langsung ke sopir. Wajah iba mengiringi langkah mereka menuju kursi sopir. Pengamen pun silih berganti, kali ini ada perempuan dengan suara aneh yang mencoba bernyanyi.. bener-bener ga jelas, seperti biola tua yang dawainya udah karatan. Atau lebih persis lagi seperti tikus yang kejepit lemari. Bener-bener ga jelas, gue rasa kalo dia ngomong pun ga bakalan jelas. Tapi dia punya rasa PD yang sangat tinggi. Pengamen yang ke 4 pun masuk, kali ini bawain lagu Bunda-nya Melly G. Pengamen yang pintar, menurut pengalaman gue penumpang akan labih milih ngasih pengamen dengan syarat :
1. Berpakaian rapih dan sopan
2. Ngamennya rame-rame dan bawa alat musik beneran (bukan kecrekan ataupun tepok-tangan)
3. Nyanyi lagu yang lagi HITS (seperti chaiia chaiia mungkin)
4. Suara bagus (mungkin nasipnya akan berakhir sama seperti afghan waktu direkrut produser rekaman)
5. Tampang Ok (kayak mahasiswa yang ngamen di sebelah kampus gue)
6. Bawain lagu yang menyentuh (Ibu-Iwan Fals, Bunda-Melly, Ayah-ga tau penyanyi sebenernya, hehe)
Sesampainya di Kebayoran Lama kali ini gue sadar.. kalo gue mesti turun ditengah jalan lagi dan ga ada tempat menyebrang. Pulang pun mesti muterin pasar kebayoran lama, masalah pun muncul lagi. Buat yang pernah ke pasar Tradisional, mungkin tau betapa semrawutnya pasar itu. Ya, rumah gue ga jauh dari Ps. Kebayoran Lama. Pulang dari mana aja pasti lewat pasar, yang macet, sumpek, dan terlihat kumuh. Gue sering banget marah-marah sama sopir bajaj yang ngetem, atau sama sopir angkot yang malang didepan gang menuju rumah gue. Bener-bener ga tertib, dan seperti ga ada aturan. Pedagang buah sepanjang jalan bikin tambah macet, gerobak (bukan bakso, somay, ataupun gerobak makanan lainnya. Tapi gerobak yang ngangkut belanjaan atau barang dagangan pedagang) , motor orang belanja (padahal ada lahan parkir). Kemana polisi? Kemana trantib. Pasar Kebayoran lama sepinya cuma saat-saat tertentu aja, misalnya Lebaran (udah jelas pedagang pada mudik), atau saat Fauzy Bowo berkunjung. Ps. Kebayoran Lama pun ga luput dari lahan persengketaan preman, terbukti taun 2007 preman saling bentrok (Tragedi FBR vs IKB, sama-sama betawi padahal isinya bukan orang betawi. Babeh gue aja yang betawi ga ikutan, tapi ini yang bukan orang betawi malah sok jagoan).
Akhirnya perjalanan pun berakhir, lebih afdol lagi pulangnya gue beli asinan betawi biar bener-bener ngerasa jadi orang Jakarta sepenuhnya. Hehe. Jadi inget cerita bokap gue, dulu Jakarta itu kota yang bersih, ga macet, dan ga banjir. Mau ke Blok M buat nonton sama nyokap gue pun (dari Seskoal, lebih jauh dari rumah gue) cukup jalan kaki. Mau maen pun taman dimana-mana. Banyak tanah kosong disekitar rumah (gue sempet ngerasain, biasanya dijadiin tempat buat maen gundu) sekarang dibangun rumah kost atau kontrakan (Karena letaknya strategis, perkampungan di rumah gue biasanya dijadiin solusi rumah sementara). Warga luar jakarta pada dateng bangun istana, tapi orang Jakarta pada jual rumahnya terus ngontrak (miris). Orang-orang dateng ke Jakarta buat nyari uang di Jakarta, tapi mereka ga mau menyumbang untuk Jakarta. Lahan di babat abis buat gedung, kuburan digusur buat kantor, taman di babat buat mall. Jakarta udah ga kuat buat nahan bebannya, Jakarta butuh udara segar, Jakarta butuh bernafas. Jadi inget pas perjalanan di busway tadi, ada mahasiswa kampanye earth day di kawasan monas. Percuma kampanye di pemukiman hijau, mending lu atraksi di pasar deh. Jakarta butuh solusi, jakarta harus labih baik lagi. Cinta Jakarta jangan sekedar karena tinggal di Jakarta aja, tapi harus bener-bener peduli sama lingkungannya.
Ini hanya sedikit masalah di Jakarta, masih ada banyak masalah lagi yang kita ga sadari. Seperti pemukiman kumuh, jumlah kendaraan yang lebih banyak dari jumlah jalan raya, ketersediaan lahan pemakaman (jadi mau nyanyi lagunya armada.. mau di kuubur dimanaa? Jenazah kitaaa? Hehehe), belum lagi masalah transportasi masal yang ga memadai, dan jumlah penduduk jakarta bertambah 3x lipat dari yang seharusnya. Yang terakhir ini bukan Jakarta doang harus menyelesaikan, tetapi semua daerah yang termasuk dalam wilayah JABODETABEK. Kemana pemda mereka? Kok bisa ya warganya nyari duit di Jakarta? Emangnya disana ga ada tempat pekerjaan? Tapi pemimpinnya kok bisa menikmati jabatan?
Search
Blog Archive
About Me
- yudo.dodol
- Seorang Mahasiswa yang hingga kini masih betah di kampus (nyampah) meskipun temen2 seangkatannya udah pada nyusun skripsi.. hehe Kritis, cerewet, suka berbagi cerita dan pengalaman, tentunya tukang nanya juga, hehe. Sejak lahir tinggal di Jakarta, tapi masih suka keder kalo lagi keliling Jakarta.
Pages
About
Postingan Populer
-
Kalo denger nama kota Jakarta, semua orang pasti punya pandangan berbeda. Kita misalnya, pasti langsung kebayang banjir, macet, polusi, pe...
-
Foto Marilyn Monroe dibuat tidak Jadul Buka foto Jaman Dulu ( Jadul ) .. saya pake foto Almarhumah Ibu Marilyn Monroe . Pertama kita warnain...
-
Banyak yang bilang Ustad maulana (Jamaah oh jamaah) itu lebay. Dan banyak dari mereka yang mengaku imannya lebih tinggi bahwa "agama t...
-
Membuat Bendera Kusut Pertama buka gambar kain atau download aja.. klik gambarnya untuk memperbesar .. lalu klik kanan kainnya trus save ima...
-
Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat p...anjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti ...




































